Siapa yang tak mengenal kue mungil dengan rasa legit menggigit bernama Bakpia? Teman kudapan teh hangat yang satu ini memang ciamik bila dinikmati saat sore hari. Sembari menyeruput teh, seketika terbersit darimanakah asal-usul kue ini? Yuk tambah khasanah pengetahuan tentang kudapan nyummy yang satu ini...
Bakpia sebenarnya berasal dari negeri Tiongkok atau Cina yang aslinya bernama Tou Luk Pia yang berarti kue pia kacang hijau. Kue ini berbentuk bulat terbuat dari campuran kacang
hijau dengan gula, yang dibungkus dengan tepung, lalu dipanggang.
Istilah bakpia sendiri adalah berasal dari dialek Hokkian (Hanzi: 肉餅),
yaitu dari kata "bak" yang berarti daging dan "pia" yang berarti kue,
yang secara harfiah berarti roti berisikan daging. Semula, bakpia berisi daging babi namun mengingat masyarakat Indonesia banyak yang beragama Islam kemudian bakpia pun dikembangkan menjadi beberapa varian rasa antara lain: cokelat, keju, kacang hijau,
dan kacang hitam.
Nah lalu bagaimana bisa kue dari Cina, sampai ke Indonesia? bahkan menjadi oleh-oleh khas Yogyakarta?
Ini dia tokoh perintisnya...taraaa "Liem Yung Yen" adalah wanita keturunan hokian yang tinggal di kampung Pathuk, daerah sebelah barat kawasan Pecinan (Malioboro dan Gandekan). Ibu Yun Yen inilah yang kemudian mengakulturasi bakpia dengan budaya Jawa sejak tahun 1948. Berkat keuletannya, Bakpia jadi demikian populer di tanah Jawa.
Awalnya ia menjajakan bakpia itu dari kampung ke kampung-kampung di daerah Yogyakarta, setelah banyak yang mengetahui rasa bakpia, kemudian ia mendirikan Bakpia 75 dengan melakukan inovasi pada isian bakpia. dengan menggunakan kacang hijau yang dihaluskan seperti yang sudah biasa kita lihat sekarang
0 comments:
Post a Comment